Rabu, 08 Juni 2011
Kesuksesan Bukan Tujuan, Kesuksesan Adalah Akibat
Kesuksesan Bukan Tujuan, Kesuksesan Adalah Akibat
Ada sebagian orang menganggap kesuksesan dalam hidup adalah ketika semua kebutuhan jasmani terpenuhi, uang berlimpah, memiliki fasilitas lengkap disertai kemewahan dunia lainnya. Dan ada pula yang menganggap definisi sukses sempit di atas adalah sebuah tujuan, ketika kondisi di atas belum dimilikinya maka dia menganggap dirinya belum sukses, sehingga tidak jarang menjadi berputus asa, minder, rendah diri, berprasangka buruk serta berderet pikiran negatif lainnya. Semoga kita tidak termasuk ke dalam hal yang demikian. Orang yang menjadikan sukses sebagai tujuan semata tanpa disertai dengan strategi yang tepat untuk mencapai kesuksesan sesungguhnya dia telah gagal dan tidak ubahnya dengan pedagang bakso yang selalu berpikir dagangannya laku keras agar segera memperoleh keuntungan yang besar, tapi dia tidak memikirkan cara agar baksonya memiliki cita rasa yang enak, khas, dan disenangi banyak orang sehingga banyak pembelinya dengan pemasaran yang tepat.
Kesuksesan adalah akibat dari sebuah proses dan strategi yang dilakukan dengan tepat dan penuh kesungguhan. Kesuksesan akan dapat diraih dengan tindakan nyata. Dan itu semua hanya akan terjadi ketika pola pikir sukses itu telah dimiliki. Saat Anda berpikir bahwa Anda belum sukses, lemah, serba kekurangan, maka Anda tidak akan pernah menghasilkan tindakan-tindakan yang berdaya. Sebuah tindakan hebat hanya akan dimiliki oleh orang yang berpikir bahwa dia kuat, mampu dan yakin dengan hasil yang akan dicapai. Tindakan-tindakan menuju kesuksesan hanya dilakukan oleh orang yang berpikir sukses. Orang yang berpikir sukses tidak melihat kondisinya pada masa kini, tapi dia memfokuskan pada kesuksesan di masa yang akan datang. Karena bila fokus pada kondisi saat ini yang masih belum sesuai dengan harapan maka yang akan muncul pola pikir serba kekurangan, lemah, ketidakpercayaan diri yang pada akhirnya tidak akan membuat langkah perubahan. Orang yang berpikir sukses tidak akan segan bangkit kembali dari sebuah kegagalan untuk mencoba, karena kesuksesan tergantung pada kekuatan untuk bertahan. Karena itu benarlah kata orang bijak bahwa pada dasarnya tidak ada orang yang gagal mencapai tujuannya kecuali orang yang berhenti sebelum berhasil. Bukankah kita tidak akan menikmati manfaat lampu listrik yang luar biasa seandainya Thomas Alfa Edison menghentikan keinginannya menciptakan lampu listrik setelah lebih dari 1000 kali mendapatkan kegagalan?
Bercita-citalah untuk sukses, karena cita-cita adalah separuh dari kesuksesan. Jangan terlalu dini memutuskan bahwa Anda telah gagal, padahal yang dilakukan selama ini tidak disertai dengan perencanaan yang matang, proses yang tidak terorganisasi dengan rapi dan sistematis. Sebaliknya mari kita belajar mengevaluasi diri dengan jujur dan semangat perbaikan terus-menerus. Berpikirlah mulia dengan tidak mudah goyah dan menggadaikan cita-cita di tengah jalan dengan sesuatu yang terlalu kecil.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






















0 komentar:
Posting Komentar
berikan komentar yang positif dan membangun sebagai proses belajar